Entri Populer

Kamis, 27 Desember 2007

pornografi jangan renggut anakku

Beberapa hari yang lalu, seorang teman memberikan saya lebih dari 30 essay yang di tulis oleh anak-anak yang berada di rumah pembinaan (Rutan anak2) dari berbagai daerah. Membaca tulisan mereka bulu kuduk saya merinding tanpa sadar air mata mengalir dari kedua kelopak mata saya padahal saya bukan orang yang mudah terpengaruh apalagi samapai menangis jika membaca atau melihat sesuatu. Apa yang membuat saya memangis adalah cerita dari anak-anak tersebut yang hampir semuannya bercerita tentang bagaimana otak mereka telah di racuni oleh provider pornografi melalui akses berbagai media, bagaimana secara radikal otak mereka sudah hancur karena pengaruh pornografi. Mereka bercerita bagaimana mereka tidak mampu melawan nafsu yang di akibatkan oleh pornografi sehingga mereka tidak segan untuk membunuh bahkan membakar korban mereka setelah di perkosa. Ada lagi satu kisah bagaimana seorang anak cerdas juara olimpiade IPA tingkat nasional yang karena pornografi bukan berangkat ke luar negri untuk berjuang mengharumkan nama bangsa justru masuk rumah pembinaan , padahal anak itu masih kelas 2 SMP. Membaca kisah itu saya teringat anak saya di rumah kelas yang sama usia yang nyaris sama, membaca cerita itu rasanya saya ingin pulang, saya ingin memeluk anak saya, saya ingin dapat kepastian pornografi belum merusak jiwanya .......ah banyak sekali yang saya inginkan.

Tidak ada komentar: