Entri Populer

Senin, 28 Maret 2011

ceritaku

Udah lama engga ngeblog karena seorang sahabat jadi pengen ngeblog lagi nih. alhamdulillah sekarang saya bergabung dengan sebuah komunitas yang terdiri dari orang-orang yang concern dengan dunia pendidikan khususnya penanganan anak special, tahu tdk ternyata kita semua ini punya kecenderungan special need (subhanallah kesempurnaan memang hanya milik Allah Swt :))). Itu satu cerita lain dari komunitas ini. Yang pastinya saya beruntung banget bisa gabung dikomunitas ini tambah ilmu pasti banget, terutama ilmu tentang anak. Meskipun sdh bertahun-tahun saya belajar ilmu tentang penagsuhan anak ternyata disini mata saya baru terbuka thanks to mba Rini dari LEAD Indonesia , mba Icha dan Mba tia dari Indie Academy yang sudah membuka mata saya tentang, pendidikan yang tepat dan tidak mubazir (maaf kalu ada yang tersinggung saya sendiri loh yg bilang mubazir peace hehehe )bagi anak saya. Orientasi sebagian besar ortu di Indonesia untuk menyekolahkan anak adalah supaya lulus anaknya punya pekerjaan yang bisa menjamin masa depannya (termasuk saya yang paling depan kali ya :)), tapi yang didapat anak saya selama ini lebih banyak mata pelajaran yang rasanya tidak akan banyak manfaatnya ketika anak saya masuk dunia kerja, apalagi dengan adanya UAN yang hanya mengujikan tiga mata pelajaran untuk SD 4 mata pelajarn untuk SMP dan SMU (Matematika, bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan IPA atau IPS untuk SMU), sekolah bertahun-tahun mengeluarkan biaya yang sangat banyak (bagi saya)belum untuk jajan les dllnya, belum kemarahan yang selama ini ada jika ulangan anak saya jelek, anak malas belajar gak mau bikin pr dll, belum anak saya dimarahi guru karena hal macam-macam, anak stress menghadapi UAN dll deh baru kefikir kasian banget ya anak saya haduhhh banyak deh penyesalannya. Padahal kalu difikir. Ketika melamar kerja anak saya tidak ditanya kamu lulusan SD, SMP atau SMU darimana karena itu juga yang saya alami. Jadi ingat cerita seorang teman yang suaminya langganan beasiswa ke luar negri sekarang sudah S3 dari sebuah universitas di Amerika, istrinya cerita bagaimana sang suami terkikik geli ketika menceritakan SMU tempatnya belajar yang dikenal sebagai SMU Abal-abal (bukan kata saya loh:) sekarang sudah tidak ada lagi alias bangkrut dan di tutup karena tidak ada murid, saya juga pernah membaca disebuah rubrik konsultasi di sebuah tabloid yang menceritakan keluhan dari seorang ipar kepada dua iparnya yang lain karena bersama sang ibu menumpang dirumahnya dan masih dibiayai oleh suami sang ipar ini karena tidak tahan stress di tempat kerja akibatnya selalu keluar masuk kantor dengan masa kerja tidk lebih dari 4 bulan dan tidak mampu mencari kerja sendiri padahal IPKnya tinggi, dn langganan juara dari kecil serta lulusan dari Univeristas Negri paling top di negri ini, akhirnya kerjanya setiap hari hanya menemani sang ibu kepasar jadi mulai saat kenal dengan Mba Rini, Mba Ica, mba Tia fikiran saya alhamdulillah jadi terbuka tolong doanyanya agar saya bisa istigqomah