Entri Populer

Minggu, 18 Mei 2008

Tolak flm ML

Menyedihkan di saat peringatan 100 thn KEBANGKITAN NASIONAL kenapa justru muncul film-film yang mengatasnamakan pendidikan seks (untuk siapa). Sedihnya lagi film-film ini yang seharusnya sangat-sangat-sangat tidak layak di konsumsi oleh masyarakat justru mendapat legalitas dari Lembaga Sensor Film Indonesia (LSF) yang seharusnya menjadi garda depan sebagai penjaga moral bangsa melalui media tayang (Bioskop). Marah, geram, sedih campur aduk perasaan saya ketika saya lihat Titi Said dan Shanker dalam berita pagi di SCTV yang di katakan sebagai pihak yang berlawanan kok tidak terlihat berlawanannya, malah yang terlihat dukugan LSf yang dalam berita ini di wakili LSF terhadap Shanker (indika). Di mana ya hati nurani LSF. Kenapa industri yang di bela bukan masyarakat. Saya yakin jika seluruh orang Indonesia di tanya tentang setuju atau tidak penayangan film mL ini atau kahi film yang mengusung tema yang sama untuk di tayangkan pasti 80 % akan menjawab tidak. Menjijikan sekali fitnah yang di ajukan oleh Shanker bahwa gerakan mahasiswa tolak Ml di katakan sebagai gerakan untuk mengalihkan isu BBM. Rasanya tidak perlu di sampaikan bagaimana sehari sebelumnya mahasiswa yang melakukan aksi tolak Film Ml adalah mahasiswa yng sejari sebelumnya melakukan aksi menolak kenaikan BBM. Kebohongan terhadap publik juga di lakukan oleh Tii Said (LSF) dan Shanker di Media mereka bilang film ini thrilernya bocor lewat internet, padahal tgl 21 April yang lalu thriler film ini di tayang kan di gedung biskop di bandung dalam pemutan film tali pocong perawan jelas sekali di sini siapa yang berbohong dan siapa yang memfitnah. Selamat berjuang adik-adik mahasiswa selain ALLAH Hanya kalianlah yang kami harapkan bisa membawa perubahan bagi bangsa ini.